Mengintip Semarang dan Yogyakarta

Hello guysss.. What’s app?? (lukateaplikasihape)

Di hari Selasa yang cerah ini, gue mau sedikit berbagi pengalaman tentang liburan kemarin bersama staf kantor seruangan, dari tanggal 15 sampai dengan 20 Mei 2012. Yak, seruangan! Sampe OB-OBnya juga ikut lohh.. Bombastis deh pokoknya. Ada juga beberapa staf yang gak bisa ikutan karena ada keperluan lain.

Selasa, 15 Mei 2012

mejeng dulu ah

Pada liburan kali ini kami mengunjungi kampung halaman buk bos yaitu ke Semarang, kemudian dilanjutkan dengan melipir ke Yogyakarta. Dari Jakarta ke Semarang kami menggunakan jasa maskapai penerbangan yang punya hobi ngasih promo kepada pelanggan setianya, sebut saja AA.

Perjalanan di langit antara Jakarta-Semarang memakan waktu selama satu jam. Baru kali itu gue degdegan naik pesawat karena si abang halo-halonya minta maaf atas guncangan yang acapkali terjadi pada pesawat karena cuaca buruk. Horor gak tuh ๐Ÿ˜• Tapi alhamdulillah kami mendarat dengan selamat sehat sentosa dan bahagia.

Di Semarang, kami menginap di rumah adiknya buk bos yang seluruh anggota keluarganya sedang tinggal di Kuala Lumpur. Sementara buk bos tidur di rumahnya sendiri. Di seberang rumah buk bos ada restoran bernama Cabe. Dari namanya udah jelas yah spesialisasi rumah makan ini apa. Terong. Hahahah. Yakalik. Sesuai dengan namanya, pengunjung restoran disuguhkan dengan berbagai macam menu sambal. Makanannya enak-enak semua aaaakkkk….. Pas ngintip harganya juga lumayan murah. Kalo gak salah inget, bebek goreng cumang 13 rebuuu *matalopelope*. Juara di Cabe adalah sambal koreknya. Beuuuh pedesnya bikin kita garuk-garuk pala! 11-12 deh sama sambel koreknya bebek goreng Haji Slamet. Tapi pedesan yang di Cabe menurut gue. Surga duniaaaahh… Tempe gorengnya juga manteb bener bookkk… Beda sama tempe-tempe biasanya. Ada sensasi kenikmatan tersendiri. Halah.

Malamnya kami jalan-jalan ke Simpang Lima, semacam lapangan yang berada di pusat kota Semarang. Di sekeliling lapangan itu terdapat banyak sekali jajanan. Namun karena perut kami udah sangat kenyang disumpel makanan nikmat dari resto Cabe, jadilah kami di Simpang Lima hanya bisa plonga-plongo. Gak beli apa-apa. Yang penting tau yang namanya Simpang Lima itu seperti apa. Salah satu tempat di Simpang Lima yang kami singgahi adalah mal Citraland. Itupun dikunjungi karena ada salah satu dari kami yang kebelet p*p. Muahahahaha. Naro saham dia.

Lama-lama kami merasa lapar juga, mampirlah ke Bakmi Djowo Pak Doel Noemani di jalan MH Thamrin, depan mal Paragon. Yah lumayan lah rasanya. Cukup bagi gue untuk manasin perut ๐Ÿ˜›

tempat jajan di sekitar simpang lima
Bakmi Djowo pak Doel Noemani

Rabu, 16 Mei 2012

Pagi-pagi kami disuguhkan nasi liwet mbok-mbok lewat, sungguh tradisional makanan yang kami santap pagi itu. Minumnya air jahe hangat yang dijual di warung nasi kucing depan rumah buk bos, harganya bikin gue nganga. Dua rebu rupiah saja per gelas yang besarnya kek gentong! Wow! Lebay! Jadi minuman favorit selama di Semarang deh nih.

sarapan nasi liwet plus sate usus

Selesai ngerusuhin mbok nasi liwet, kami jalan-jalan ke pasar. Beli buah-buahan doang padahal, pengen ngerasain naik becak di Semarang aja. Hehehe padahal mah sama aja kek becak di Jakarta.

Puas belanja-belenji, kami jalan-jalan ke Ungaran, rumah kedua buk bos. Lokasinya di dataran tinggi seperti di puncak, tapi panasnyaaaaa… BUJUBUNENG. Gak dimana-mana, hawa Semarang pasti bikin kita ngeluh kepanasan muluk. Untung ubin rumahnya buk bos adem, jadi di dalam rumah itu walaupun gak pake AC, terasa dingin loh. Mejik bener ubinnya.

Setelah selesai ngadem-ngadem cantik di Ungaran, kami mampir sebentar di Tahu Bakso Ibu Pudji. Sebelum liat fisik tahu bakso itu seperti apa, gue pikir bentuknya seperti bakwan malang. Bakso tahu yang berkuah. Ternyata tahu goreng yang diselipi bakso di dalamnya. Makannya seperti makan gorengan, dilahap dengan cabe rawit. Sebenarnya banyak sekali toko yang menjual tahu bakso di sepanjang jalan Ungaran. Namun menurut buk bos, yang paling enak dan terkenal adalah tahu bakso Ibu Pudji. Manut aja kita mah kalo ditraktir ๐Ÿ˜›

Dari Ungaran, kami kembali ke kediaman buk bos dan ternyata di rumahnya sudah disiapkan nasi + soto ayam lengkap dengan sate-satenya. Aaakk bijimana mau kurus kalo makan terus dari tadi nih. Hihihihi.

tempat beli tahu bakso
penampakan tahu bakso
dipilih, dipilih

Selesai makan, kami mengelus-elus perut bak ibu hamil. Sepertinya ibu hamil pun kalah buncit dari kami. Hahahah. Malamnya kami dikasih makan lagi! Hoaaaaahh… Apa boleh buat, hajar bleh! Untung gue gragas ๐Ÿ˜› Malam itu menu kami adalah tahu gimbal. Semacam ketoprak yang berisi lontong, tahu, kol, keripik udang, yang disiram dengan bumbu kacang. Yummy!

tahu gimbal

Selesai makan, kami jalan-jalan ke Pandanaran, pusat oleh-oleh Semarang. Berhubung perjalanan masih lama, kami tidak membeli oleh-oleh karna takut makanannya jadi basi. Lah ngapain ke situ kalo gitu yak. Mhihihi. Untung mba Ika menyelamatkan muka kami karena dia membeli sekantong ikan bandeng untuk mbahnya di Jogja. Jadi kami tidak pulang dengan tangan hampa.

Kamis, 17 Mei 2012

Berhubung yang mengikuti jalan-jalan kali ini ada lebih dari 15 orang, masalah yang kami hadapi adalah berebutan kamar mandi. Lucunya, udah kamar mandinya berebutan, air yang keluar sedikit pula. Mandi koboi dah kita. Setelah mandi dan dandan yang cakep, kami menuju rumah buk bos yang jaraknya berdekatan dengan rumah adiknya. Ternyata bus pariwisata sudah menanti kami. Yiha!

Rute perjalanan pagi itu adalah ke Lawang Sewu yang katanya angker itu lohh. Harga tiket masuk Lawang Sewu adalah sepuluh ribu rupiah per orang. Kalau kita mau pake guide, nambah lagi untuk guide-nya sebesar Rp. 30.000. Lalu kalau mau masuk ke dalam penjara bawah tanah, kita harus membayar sepuluh ribu per orang. Nanti kita akan dipinjamkan sepasang sepatu boots karena di lantai penjara bawah tanah itu dikelilingi oleh air setinggi tumit. Supaya sepatu kita tidak basah, gunakanlah sepatu boots (langsung inget Dora). Selain itu kita juga dipinjamkan sebuah senter kecil. Di bawah, sang guide menceritakan sejarah dari setiap sudut penjara. Ada tempat seperti bak sampah sempit yang digunakan untuk memenjarakan 7 orang. Ketujuh orang itu harus jongkok di dalam kubik tersebut. Ngeri ih. Mana di dalam penjara itu gak ada ventilasi sama sekali. Jadi gelapnya bikin merinding (pedahal pagi-pagi). Sepertinya seluruh spot di penjara bawah tanah itu bikin ngeri. Ada tempat mutilasi. Owemji. Guide-nya cerita, ada tawanan yang dipenggal kepalanya, ada yang dipotong kakinya karena sudah membusuk saking lamanya dirantai. Tawanan yang sudah meninggal dibuang ke sungai yang berada di belakang Lawang Sewu. Bener-bener kejem ya tentara Jepang saat itu!

di depan seribu pintu
seribu pintu
pakai sepatu boots
mejeng di dekat tempat penampakan (tanda X)

Dari Lawang Sewu, kami kembali menaiki bus pariwisata. Tujuan selanjutnya adalah Klenteng Sam Poo Kong. Harga tiket masuk klenteng adalah 3 ribu rupiah per orang, sementara parkir bus dikenakan biaya 15 ribu rupiah.

Setelah berfoto-foto ria di Klenteng, kami melakukan perjalanan ke Yogyakarta! Asiiik.. Waktu di jam marun gue menunjukkan pukul 10.19 pagi ketika perjalanan dimulai. Para penumpang sudah mulai teler, tidur lah mereka di bus. Dan mba Ika pun mengabadikannya secara diam-diam ๐Ÿ˜ˆ here comes the snapshots on the bus…

Pukul 14.00 kami sampai di Magelang, mampir dulu di warung nasi sop senerek (kacang merah) Pak Parto. Nasinya dicampur dengan sop senerek. Ada tambahan gorengan jika mau lauknya banyak.

Bus kembali jalan pada pukul 14.30. Tujuan kami kali ini adalah Candi Borobudur! Sebelumnya kami sudah siap dengan alat tempur penangkal panas (baca: topi lebar). Tapi sesampai di sana (pukul 16.30) malah hujan. Terpaksa kami menyewa payung seharga lima ribu rupiah per orang. Harga tiket masuk ke dalam candi Borobudur adalah Rp. 30.000 per orang. Dari loket penjualan tiket ke Candi jaraknya lumayan jauh, jadi kami menggunakan mobil berbentuk kereta yang dikenai biaya sebesar lima ribu rupiah per orang. Dapat sebotol air mineral ukuran sedang loh, mereknya Borobudur *penting* :D. Sebelum memasuki wilayah Borobudur, kami dipersilakan untuk menggunakan kain batik yang diikat pada celana/ rok.

Karena hujan semakin membesar, kami menuju home stay di daerah Bulak Sumur (dekat UGM). Wah, rumahnya jadul tapi cozy bangeeett…

Jumat, 18 Mei 2012

Sarapan pagi dengan soto ayam, gue dengan gragasnya mengambil sambal beberapa sendok. Sewaktu makan, kuahnya nyiprat ke mata. ย Nyaho gak tuh. Pedesnya bikin gue berlinang air mata T_T.

Jam 9 pagi kami bertandang ke Malioboro, weis ramenyaaaa… Di sana gue dan mba Ika bertemu dengan rombongan lain yaitu Dani, Riri, Sita (teman seangkatan di kantor) dan saudaranya Dani yang tinggal di Jogja, mas Yoga. Lumayan buat guide kami. Hehehe… Oia, kami janjian ketemu di Jogja karena esoknya kami akan menghadiri pesta pernikahan teman kami, Ipunk, di Purworedjo.

Dari Malioboro, gue dan mba Ika berpisah dari rombongan orang ruangan dan merapat pada rombongan baru yaitu teman seangkatan. Hehehe… Tujuan kami selanjutnya adalah Kaliurang. Di sana kami makan siang di restoran Beukenhof yang bernuansa Eropa. Heropah boiiii ๐Ÿ˜›

Beef Stroganof (IDR 58.000)
Boeuf Bourguignon (IDR 58.000)
Chicken Cordon Blue (IDR 58.000)
Tenderloin Steak (IDR 64.000)

Makan ala noni-noni di rumah Edward Cullen selesai, kami mengunjungi museum Ullen Sentalu yang letaknya masih satu kawasan dengan Beukenhof. Museum ini menampilkan warisan budaya Jawa terutama mengenai kehidupan kerajaan. Harga tiket masuk ke dalam museum sebesar Rp. 25.000. Di sana kami dibimbing oleh seorang mba guide ramah yang menceritakan sejarah dari setiap benda-benda yang dipajang. Ohya, di dalam museum hampir seluruh spot tidak diperkenankan untuk diambil gambarnya. Padahal isi museumnya indah banget. I love that place!

Pics above are from mas Yoga

Malamnya kami mampir di restoran Jejamuran, Sleman. Seluruh makanan di sini bahan dasarnya adalah jamur. Tapi rasanya kok ya mirip daging gitu. Misalnya sate jamur, rasanya hampir sama dengan sate ayam. Makanannya enak banget dan harganya pun sangat terjangkau.


Dari Jejamuran, kami langsung bertolak ke Purworedjo untuk menginap di rumah mbahnya Dani karena besoknya mau kondangan di dekat situ. Perjalanan dari Sleman ke Purworedjo memakan waktu sekitar satu jam. Di rumah mbahnya Dani, kami langsung tepar. Namun tetiba gue hampir menjerit karena muncul tokek besar di hadapan kami. Aaaakk… baru kali itu gue liat wajahnya tokek. Mirip iguana. Gede banget booooookk!! *merinding*.ย Gue tidur sekamar dengan Sita dan mba Ika. Tiap denger bunyi tokek, spontan gue peluk si Sita saking ketakutannya. Wes ndeso kabeh!

Esok paginya kami dandan yang cantik pinky-pinky. Make up and hijab by mba Ika. Get ready to take pictures at…. Sawah x))

mba ika
sita
riri
indy
dani

all pics were taken by mas Yoga

Cantik-cantik ya, kayak ranger pink. Hihihi.

Selesai kondangan, kami mengepak barang dan kembali ke Jogja. Mampir di Dagadu, kaosnya lucu-lucuuu.. Terus mampir juga di Bakpia Kurnia Sari di Glagahsari. Bakpia ini laku berat loh, emang enak soalnya. Kami aja harus memesan dari 2 hari sebelumnya.ย Isi bakpianya padet dan gak abal-abal (menurutlooo).

Setelah membeli bakpia berkardus-kardus, kami mengantar Sita ke terminal bus. Dia pulang ke kampungnya di Semarang, dadagh Sitaaa… Lalu kami ke Malioboro dan berpisah dengan Dani-Riri-mas Yoga. Sampai jumpa di kantor eaaaa qaqaaa ๐Ÿ˜›

Di Malioboro gue dan mba Ika kembali bertemu dengan rombongan mak-mak rempong. Hehehe. Niatnya mau makan di gudeg Yu Djum yang terkenal itu. Apa daya, hari sudah larut malam, tempat makannya sudah tutup cyiiiiin… *nangis darah*

Di home stay kami mengepak barang-barang. Besok sudah harus pulang. Hiks. Tas gue beranak karena ada oleh-oleh. Mudah-mudahan yang dikasih oleh-olehnya sukak. Hihihi.

Minggu, 20 Mei 2012

Pukul 10 pagi kami berangkat dari home stay ke bandara Adi Sucipto. Rasanya gak mau pulaaangg.. *kebayang kerjaan kantor yang udah menumpuk* *hueks*.ย Selamat tinggal Yogyakarta, someday I will see you again ๐Ÿ™‚

Advertisements

8 thoughts on “Mengintip Semarang dan Yogyakarta

  1. kak Pandiiiiirrrr,,ah makanannyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..
    postingan dirimu itu pasti makanannya bikin mupeng deh..makanan muluk.. ๐Ÿ˜†

    di lawang sewu yg tanda ‘x’ beneran penampakan? *penasaran* ih, tapi dari luar aja udah serem hawanya, dirimu berani sekali sih :p

    belum ke eropah, lumanyan yak makan di resto gaya eropah gitu…ah, pengen jalan-jalan deh jadinya..hahahaha ๐Ÿ˜€

  2. muahahahaha… ya begini deh kalo blognya orang gragas, isinya makanan terus chy ๐Ÿ˜›

    iya itu yang ada tanda X-nya tempat penampakan pas ada uji nyali (kata mas guide-nya).

    ayooo jalan-jalan chyy… ke heropaaaaahh… hahahahah *angan2tukangcendol*

  3. main game online dapat freechip 30 % khusus member baru
    #pasarkartu
    wa :0852-4426-6158
    nikmati bonus freechip harian 10.000

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s